4.08.2012

Kue Balok Bandung :
Kesederhanaan nan Manis dan Romantis


 
Siapapun akan suka kue ini : sederhana, manis yang pas, gurih, cukup sehat dan mengenyangkan, murah meriah pula. Inilah kue balok --kue rakyat di Bandung yang populer sejak puluhan tahun lampau.


Sekilas bentuknya seperti kue pukis, namun dalam ukuran lebih besar dan tebal dengan bagian atas yang merekah dan agak kecoklatan karena terbakar anglo. Inilah kekhasan kue balok. Proses pemasakannya harus menggunakan tungku arang, kemudian setelah adonan kue masuk dalam cetakannya, di atasnya diletakkan anglo pembakaran pula berisi arang yang membara.

Konon kue lezat ini  sangat merakyat di Bandung sejak puluhan tahun lampau. Harganya murah meriah, dijual di pasar-pasar atau pinggir-pinggir jalan dalam kedai-kedai yang sederhana saja. Terbuat dari campuran tepung terigu, telur, mentega, air dan gula dengan ukuran yang cukup membuat kenyang walau kita hanya memakannya sepotong saja. Orang sunda mengistilahkannya  jibeuh (kepanjangan hiji sebeuh artinya satu saja kenyang).

Tak heran, banyak orang menjadikannya sebagai penganan di pagi hari atau sarapan. Biasanya kedai kue balok menyediakan minuman teh panas atau kopi sebagai teman makan kue ini. Memakannya, bisa dicelupkan ke dalam minuman ini, atau tidak terserah selera pembeli.

Penjual kue balok di Bandung kini memang tak sebanyak puluhan tahun lampau. Namun, belakangan beberapa pihak mulai mengangkat kepopuleran kue satu ini. Menurut pengamatan,  sekarang di seputaran Jalan Pajajaran Bandung, akan dengan mudah kita temui kedai-kedai penjual kue balok mulai sore hari hingga malam. Tradisionalnya, kedai-kedai kue ini masih dapat ditemui di Pasar Lembang, juga Pasar Ciroyom di pagi hari. Harganya berkisar Rp. 1000 – Rp. 1500 saja per potong.

Di beberapa tempat di Bandung, bahkan ada yang mencoba menjualnya dalam kemasan yang lebih modern. Seperti di Jl. Buah Batu dan Jl. Gatot Subroto kue balok dijual dengan toping beraneka rasa seperti coklat, strawberry, keju dll.

Penggemarnya banyak juga dari kalangan anak-anak muda, bukan orang-orang tua yang ingin bernostalgia tentang kue ini di zaman Bandung tempo dulu. Memang suatu moment yang romantis, bila kita menyempatkan datang ke sebuah kedai kue balok pada malam hari. Ketika perut tidak terlalu lapar, namun kita masih menginginkan penganan cemilan. Kue yang manis dan minuman hangat sangat nikmat disantap bersama teman / keluarga di kedai sederhana, harga yang murah, namun juga cukup sehat dan mengenyangkan.